KATA
PENGANTAR
Puji syukur penyusun
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-NYA penyusun
dapat menyelesaikan makalah yang bertemakan “ETIKA”. Makalah yang disajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber ini guna memenuhi tugas Pendidikan
Kewarganegaraan yang diberikan oleh dosen.
Tema yang diangkat ini
berdasarkan banyaknya perlakuan etika yang menyimpang terutama dikalangan
remaja. Banyak orang yang tidak mengetahui apa yang di maksud dengan etika.
Dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi, penyusun ingin menelaah lebih jauh
lagi dan menjabarkan sebab-akibat atas apa yang terjadi.
Semoga makalah ini bisa
memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pembangun wawasan dan
peningkatan ilmu pengetahuan kita.
Penyusun menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu melalui kata
pengantar ini penyusun lebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman jika
ada penulisan yang kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca. Penyusun
juga menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah
ini.
Depok, 9 Juni 2015
Penyusun
BAB
1
PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas
Etika, alangkah baiknya kalau kita mengerti dan paham maksud dari etika tersebut.
Untuk mengerti dan paham maksud dari etika, kita harus melihat berbagai tulisan
yang membahas etika. Frans Magnis Suseno (1984: 13) mengemukakan bahwa etika
sebagai sarana orientasi bagi manusia untuk menjawab suatu pertanyaan yang
fundamental, yaitu bagaimana seseorang harus hidup dan bertindak. Dan
menurutnya, etika merupakan sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Oleh karena
itu l, yang mengatakan bagaimana kita harus hidup bukan etika, melainkan ajaran
moral. Sementara Solomon dan Karo-Karo (1987: 2), mendefinisikan etika sebagai
bagian filsafat yg meliputi hidup baik, menjadi orang yang baik, berbuat baik,
dan menginginkan hal-hal yang baik dalam hidup. Jadi menurut kedua penulis ini
dapat disimpulkan dalam dua hal, yaitu : Pertama, disiplin ilmu yang
mempelajari nilai-nilai dan pembenarannya. Kedua, pokok permasalahan disiplin
ilmu itu sendiri, yaitu nilai-nilai hidup kita yang sesungguhnya dan
hukum-hukum tingkah laku kita.
Secara etimologis,
etika berasal dari kata Yunani, yaitu ethos (jamaknya: ta etha) yang
berarti 'adat-istiadat' atau 'kebiasaan' (Keraf, 2002: 2). Dalam arti ini,
etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang
maupun kepada masyarakat. Etika memberi petunjuk, orientasi, dan arah hidup
secara baik sebagai manusia (Keraf, 2002: 3). Secara umum, Etika adalah
tatacara bagaimana kita hidup menjadi lebih baik dengan mentaati aturan-aturan
yang sudah ada agar kita tidak berperilaku menyimpang. Tidak dapat dipungkiri
bahwa kita manusia selaku makhluk sosial tidak bisa dijauhkan dengan yang
namanya bersosialisai, bergaul, atau membutuhkan orang lain.
Berbicara tentang
etika, mungkin banyak orang yang kurang paham atau kurang mengetahui tentang
etika sehingga kebanyakan orang menganggap bahwa etika itu hal yang sepele. Penyepelean
inilah yang pada kenyataannya menyebabkan banyak orang melakukan penyimpangan-penyimpangan
dan berbuat hal-hal yang diluar akal sehat sebagai manusia. Contohnya saling
membunuh, menganiyaya, mengintimidasi, mendiskriminasi, dan melakukan perilaku
kriminal lainnya.
Secara sadar atau tidak
sadar kita itu sangat dekat dengan etika. Karena etika sangat erat kaitannya
dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti etika bertamu, etika makan, etika
bermasyarakat itu sebagian kecil yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semua
aspek dapat kita rangkum atau lebih umum lagi dengan kata “Pembangunan”.
Pembangunan tidak lagi diukur sebatas dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi setiap
pilihan kebijakan di persoalkan. Sekarang ini banyaknya persoalan yang terjadi
dikarenakan kurangnya etika pembangunan, orang-orang belum bisa menyikapinya
dengan bijak tentang persoalan yang terjadi karena kurangnya pemahaman dalam permasalahan
ini. Pembangunan telah tergeser dengan masalah globalisasi. Padahal sejak awal
pembangunan ini memberikan peran penting dan sangat besar kepada Negara.
BAB
2
PEMBAHASAN
Sebelum kita membahas
tentang etika pembangunan, ada baiknya kalau kita mencoba menggali dan membahas
maksud dari etika itu sendiri. Di zaman yang sudah berteknologi tinggi seperti
sekarang masih banyak orang yang tidak mengetahui betapa pentingnya beretika, padahal
ketika kita hidup disuatu lingkungan berhadapan dengan orang lain apapun yang
kita lakukan harus sesuai dengan etika yang ada, contohnya etika dengan
masyarakat dan tetangga. Dengan adanya etika yang diterapkan di hidup, maka kita
bisa hidup rukun, aman, tentram dan nyaman antara sesama makhluk sosial dan
masyarakat. Dengan demikian, maka akan terciptanya suasana yang asri, rukun
sesama makhluk sosial, saling menghormati dan menghargai. Beda halnya apabila
kita tidak mempunyai etika, maka dapat dipastikan timbulnya masalah-masalah
yang akan terjadi seperti hal sepele yang bisa berakibat fatal bahkan sampai
meregang nyawa seseorang. Contoh kasus seperti ini yaitu, banyaknya pembunuhan-pembunuhan
terhadap orang-orang terdekat hanya karena hal kecil yang sepele seperti perbedaan
pendapat.
Zaman demi zaman
berlalu, orang-orang semakin berbuat seenaknya tanpa memikirkan sebab dan
akibatnya. Entah apa yang dipikirkan orang zaman sekarang, mereka berperilaku
seperti halnya hewan buas, saling membunuh, menganiaya dan saling menjatuhkan. Mereka
seperti terlalu menyepelekan tentang etika atau mereka tidak paham dengan etika
dan mungkin mereka memang tidak mau tahu apa-apa tentang etika.
Ada juga hal kecil yang
menyimpang yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan sadar
atau tidak disadari yaitu saat bertamu ke tetannga atau sanak saudara terkadang
kita merasa terlalu dekat, sehingga kerab sekali kita berkunjung kerumahnya
kita lupa mengucapkan salam dan terkadang hanya memanggil namanya, padahal
mengucapkan salam itu adalah salah satu etika bertamu. Sadar tidak sadar itulah
yang kita lakukan saat ini. Itu salah satu contoh besar dan kecil saat kita
melupakan etika. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bernilai etika sehingga
besar dan pada akhirnya akan menjadi hal yang fatal dan menimbulkan masalah
yang lebih besar yang tidak dapat kita duga-duga.
Oleh karena itu, kita
sebagai manusia yang berpendidikan kita harus dapat lebih memahami dan lebih menggali
tentang etika, agar tidak salah melangkah dan sebagai orang tua kita harus
dapat memberikan contoh yang baik terhadap anak-anak kita guna untuk anak-anak
dapat lebih mendalami pendidikan beretika. Dan yang lebih penting adalah membentengi
diri dengan agama, serta iman yang kuat agar kita dapat hidup dengan etika dan
perilaku yang lebih baik.
Selain itu, dari etika
dengan masyarakat dan tetangga kita mendapatkan etika dengan lingkup yang lebih
kecil yaitu etika bergaul sesama antar individu. Bergaul dengan sesama antar
individu, yang lebih tua ataupun yang lebih muda itu mempunyai etikanya
masing-masing, tata cara kita bagaimana bertemu berhadapan dengan yang lebih
tua, sesama umur atau yang lebih muda. Ketika kita berhadapan dengan orang yang
lebih tua tentu kita harus lebih sopan dan menghormati, ketika berhadapan
dengan sesama umur tidak berbeda jauh dengan ketika kita berhadapan dengan yang
lebih tua yakni sopan dan tentunya saling menghargai, merangkul dan saling
mengingatkan karena terkadang mengingatkan sesama lebih mudah didengar dan diterima.
Lain lagi ketika kita berhadapan dengan yang lebih muda selain sopan kita juga
harus bersikap yang dapat memberikan contoh yang baik, mendidik dan menuntun
kearah yang benar, jangan sampai kita memberikan contoh yang tidak baik
terhadap adik-adik kita karena dapat merusak masa depannya.
Dan juga yang membuat
resah dan khawatir saat ini adalah banyaknya remaja yang terjerumus ke dalam
berbagai penyimpangan, entah itu faktor lingkungan, kurangnya pengawasan orang
tua, kurangnya pembelajaran atau pemahaman di sekolah bahkan hanya sekedar
coba-coba.
Inilah yang menjadi
masalah besar yang harus dihadapi dan ditangani secara serius dan benar oleh
pemerintah, orang tua, dan masyarakat yaitu rusaknya generasi muda, banyak
berbagai contoh yang sudah terjadi secara nyata dalam kehidupan. Dulu rokok
hanya dikonsumsi untuk dewasa, namun sekarang sudah banyak anak sekolah yang
mengkonsumsi rokok bahkan sampai anak-anak yang berumur 5 tahun. Mereka (anak
sekolah) dengan bangganya merokok dihadapan umum dan khalayak ramai, padahal
umur mereka masih sangat dini. Hal ini disebabkan karena mereka bergaul dan
melihat contoh dari orang-orang yang lebih dewasa darinya. Dan juga adapula
siswa-siswi yang bisa meregang nyawa seseorang, seperti kasus yang menghebohkan
dan populer akhir-akhir ini di tv yaitu beberapa anak Sekolah Menengah Pertama
(SMP) yang tergabung dalam sebuah genk yang membacok siswa-siswa Menengah Atas
(SMA) hanya karena hal sepele yaitu, tempat nongkrong. Hal sesepele tersebut
mampu membuat seseorang gelap mata dan menghentikan jalan pikir logikanya. Karena
kebanyakan anak–anak zaman sekarang lebih menunjukan kekuatan dan kekuasaan,
agar mereka dapat terlihat hebat, berkuasa dan ditakuti oleh orang-orang
disekitarnya.
Tauran yang terjadi
antar pelajar saja salah satu faktornya adalah kurangnya pemahaman tentang
etika, mereka tidak bisa menghargai sesama. Yang lebih miris lagi adalah saat
remaja sekarang yang terjerumus dalam narkoba, lebih dari 50% remaja zaman
sekarang sudah mengenal benda haram tersebut bahkan sudah mencobanya, yang
lebih parahnya adalah mereka sudah kecanduan. Mereka tidak memikirkan bagaimana
dampaknya. Masa remaja mereka hilang begitu saja begitupun dengan masa depan
mereka. Contoh lainnya lagi iyalah, siswa-siswi yang berbuat asusila. Betapa
mengkhawatirkannya gambaran remaja di Negara kita ini, saat masa remaja mereka
hancur dan menghancurkan juga masa depan mereka. Sudah saatnya pemerintah,
sekolah , terutama keluarga untuk sama-sama menangani dengan serius. Pemerintah
harus lebih tegas dan lebih teliti tentang penyebaran barang-barang terlarang.
Sekolah juga harus lebih memberi pemahaman, pembelajaran tentang etika hidup
tata cara hidup menegaskan pada remaja zaman sekarang apa yang boleh dilakukan
dan yang tidak, keluarga pun sangat berperan penting, orang tua harus lebih
mengawasi anak-anak mereka dan membentengi mereka dengan agama. Karena kalau
bukan kita siapa lagi yang akan menyelamatkan para remaja di negeri ini.
Kita tahu bahwa hidup
itu harus berpedoman pada agama, agar kita bisa membentengi diri dan tidak
terjerumus dalam kesalahan yang fatal. Oleh sebab itu adapula etika dalam
beragama .walaupun di Indonesia terdapat berbagai macam agama. Namun apapun
agama yang kita anut semua agama intinya menuntun kita dalam kebaikan. Salah
satu nya islam, islam sangat menuntut kita untuk berbuat baik menghindari dosa.
Maka dari itu Allah SWT memberikan pedoman hidup melaui Al-qur’an.Al-Qur'an
tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok binatang selama manusia
mempergunakan akalnya dan karunia Tuhan lainnya. Namun, kalau manusia tidak
mempergunakan akal dan berbagai potensi pemberian Tuhan yang sangat tinggi
nilainya yakni pemikiran, kalbu, jiwa, raga, serta panca indera secara baik dan
benar, ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan. Manusia di ciptakan
tuhan sesempurna mungkin, . Allah Befirman :
"Sungguh Kami telah ciptakan manusia dalam
bentuk yang sempurna" (At Tiin :4)
Namun masih banyak
sekali orang-orang yang mengingkari dengan perintah Allah bahkan mereka lebih
tertarik dan terbuai untuk mendekati,menjalankan larangan-larangannya.Sehingga
mereka bertolak belakang dari fitrahnya sebagai manusia hamba Allah yang
ditugasi untuk beribadah. Inilah yang menjadi pengaruh utama manusia
berbuat hal-hal yang diluar akal sehat. Agama sangat penting bukan untuk
kehidupan, bahkan saat ini sangat banyak manusia yang jauh dari Tuhan-Nya.
Pembahasan diatas
adalah sebagian kecil persoalan-persoalan yang sering kita jumpai, yang harus
di benahi dimulai dari diri sendiri.Tetapi tidak cukup sampai disitu persoalan
yang lebih besar lagi yakni dalam persoalan global.Globalisasi yang terjadi dan
marak di perbincangkan oleh dunia ini ternyata telah menggeser tema-tema
pembangunan yang pada masanya pembangunan mempunyai peran penting kepada
Negara.Dan nyatanya pergeseran ini menyisakan banyak persoalan, yang bahkan
lebih mengkhawatirkan dari era pembangunan.
Sebagaimana yang sudah
dijelaskan sebelumnya, bahwa etika adalah tata cara bagaimana kita hidup
menjadi lebih baik dengan mentaati aturan-aturan yang sudah ada agar kita tidak
berperilaku menyimpang, maka etika pembangunan adalah pilihan tindakan dalam
konteks pembangunan. Dengan kata lain, etika pembangunan adalah suatu tindakan
atau pendapat berbagai pemikiran kritis atas pilihan-pilihan kebijakan yang
seharusnya diambil dalam melakukan pembangunan dan perencanaannya. Perencanaan
pembangunan tentu saja berkait erat dengan tujuan-tujuan pembangunan itu pula.
Dimana tujuan-tujuan ini ada yang berdampak positif dan negatif. Dampak
positifnya yaitu, pembangunan yang tidak merusak alam dan dapat menguntungkan
pemilik dan orang banyak. Adapun dampak negatifnya yaitu, pembangunan yang
merusak alam dan hanya menguntungkan pemilik pembangunan saja.
Salah satu masalah yang
terpenting adalah kemiskinan. Di beberapa belahan dunia ini, memang terjadi
pengurangan angka kemiskinan, tetapi di belahan dunia lain seperti kawasan
Sub-Sahara afrika tingkat pengurangan kemiskinan mengalami kemajuan yang kurang
baik, bahkan nyaris gagal. Dikarenakan wilayah-wilayah tersebut kurang menarik
para investor asing.
Bahkan, di negara-negara
dengan pertumbuhan yang lumayan baik, seperti Indonesia misalnya, kemiskinan
masih menjadi persoalan yang belum bisa terpecahkan. Walaupun kemajuan ekonomi
yang bisa dilihat dari peningkatan konsumsi barang-barang kebutuhan,
pembangunan rumah, dan maraknya tempat-tempat belanja mewah, kemiskinan masih
saja dapat di temui di sudut-sudut kota Indonesia. Jakarta saja yang disebut
Ibu Kota negara Indonesia angka kemiskinannya masih sangat tinggi diantara
orang-orang yang berkecukupan. Setiap sudut kota Jakarta dapat kita lihat
berbagai macam potret kehidupan yang mengkhawatirkan. Banyaknya penduduk yang
masih tinggal di tempat yang tidak layak. Seperti, kolong jembatan, pinggiran
sungai, pinggiran rel-rel kereta yang suatu waktu dapat membahayakan mereka.
Juga anak-anak yang putus sekolah akibat minimnya penghasilan orang tua mereka.
Mereka mengorbankan masa kanak-kanaknya di jalanan untuk mencari sesuap nasi.
Awalnya mereka hijrah ke Ibu Kota untuk mencari kehidupan yang lebih layak
daripada di kampung halaman, namun dalam kenyataannya itu tidak menjadi solusi
yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup. Kompas( 30/3/2012) melaporkan
bahwa 40% penduduk Indonesia termasuk dalam kelompok rentan di garis
kemiskinan, 30 % penduduk Indonesia termasuk dalam kemlompok hamper miskin .
masih menurut laporan tersebut, meskipun ekonomi tumbuh pada tahun 2012, masih
terdapat 12,5% penduduk yang dibawah garis kemiskinan.
Dalam laporan diskusi
kompas tanggal 10 Juli 2010 dijelas bahwa pentingnya Indonesia melakukan
pembangunan, agar menjadi negara yang lebih baik dalam segala bidang khususnya
bidang ekonomi dan sosial. Dalam hal ini pemerintah seharusnya lebih
memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.Sedangkan kasus yang terjadi di Indonesia
marak sekali persaingan partai politik yang hanya mengutamakan golongannya itu
sendiri dibandingkan kesejahteraan bersama. Maka disini dibutuhkan etika
pembangunan agar pembangunan negara dapat dilakukan secara menyeluruh dengan
mengedepankan aspek-aspek penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan
pembangunan, agar tidak terjadi semakin melebarnya kesenjangan antara
masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
Tidak hanya kemiskinan,
pembangunan yang berorientasi pertumbuhan ternyata juga meninggalkan masalah
yang mengancam kehidupan bersama. Sektor industri dan transportasi menjadi hal
terbesar yang menyebabkan meningkatnya CO2 di udara.Terlalu banyak CO2 diudara
dan minimnya sumber O2 yaitu tumbuhan dapat mengancam kesehatan manusia dan
hewan terutama sistem pernapasan.Selain itu masalah terbesar dari meningkatnya
CO2 adalah menipisnya lapisan ozon yang mengakibatkan pemanasan pada bumi atau
sering disebut Global Warming.Global warming merupakanpersoalan yang sampai
saat ini belum terselesaikan. Pembakaran dan penebangan hutan terus dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan industri Negara-negara maju. Akibatnya alam mengalami
perubahan iklim yang sangat ekstrem sehingga bencana alam rentan sekali
terjadi, misalnya banjir yang terjadi di tempat yang minim lahan resapan air.
Maka disini masalah pembangunan yang harus kita hadapi bukan hanya persoalan
kemiskinan dan kesehatan tetapi juga tentang keseimbangan bumi.
Membangunan dari sisi
teori dan praktik agar seimbang, tugas dari etika pembangunan yakni etika
pembangun harus memiliki sikap yang sadar dan kritis terhadap tujuan-tujuan
pembangunan, etika pembangunan harus bekerja sama dengan ilmu-ilmu lain, etika
pembangun menyadarkan manusia akan tanggung jawab dan kewajiban baru, itulah
beberapa tugas dari etika pembangunan, yang intinya adalah menyadarkan manusia
akan kewajiban, tanggung jawab dan potensi-potensi yang ada menjadi kekuatan
yang dibangunnya sendiri untuk mempunyai dampak yang luas terhadap
kehidupan. Dalam pembangunan tentu saja ada yang diuntungkan danada yang
dirugikan contoh hal kecil saja diadakannya pembangunan adalah untuk memenuhi
tujuan yang diharapkan namun yang terjadi pembangunan ternyata gagal dalam
meraih tujuan, sehingga golongan yang diatas tetap diatas sedangkan yang di
bawah tetap saja di bawah. Sudah terlihat bahwaitu fakta yang terjadi saat ini,
hal ini dapat terjadi karena kurangnya proses perencanaan pembangunan tidak
didiskusikan secara matang. Karena pada realitasnya pembangunan selalu
dijadikan hal yang direbutkan untuk melancarkan berbagai kepentingan
golongan-golongan yang lebih berkuasa, mereka sering melakukan kebijakan
pembangunan yang bertujuan untuk melayani kepentingan mereka sendiri tanpa
mengindahkan kepentingan kelas sosial yang lebih rendah dan kurang beruntung
dalam kekuasaan. Alhasil, pembangunan gagal menciptakan kesejahteraan secara
adil dan menyeluruh.
Disini subjek yang dirugikan
adalah masyarakat miskin.Mengapa demikian? Salah satu contoh kasus salah satu
pabrik industri kimia di daerah kota Cilegon provinsi Banten yang kurang baik
dalam mengolah limbahnya. Limbah cair panas hasil produksi dibuang begitu saja
ke saluran air yang mengarah kepemukiman penduduk. Meskipun limbah tersebut
sudah diolah dahulu sebelumnya, bau yang menyengat dari limbah cair tersebut
sangat berbahaya bagi kesehatan terutama organ pernapasan masyarakat sekitarnya
karena lmbah tersebut mengandung zat kimia berbahaya seberti
karbonmonoksida.Karena dapat dibuktikan disaluran air tersebut tidak ada ikan
atau makhluk hidup air lainnya yang hidup di saluran air tersebut.
Kasus pabrik industri
kimia tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kasus yang mengutamakan
golongan yang lebih berkuasa.Masyarakat kelas bawah mungkin hanya bisa
menggerutu tanpa bisa melakukan tindakan apapun.Sangat mungkin, masyarakat
didaerah tersebut jauh lebih menikmati kebahagiaannya di tempat mereka berada
dibandingkan harus berpindah tempat ke wilayah yang baru.
Dari pernyataan
tersebut dapat disimpulkan bahwa masalah-maslah pembangun terletak pada
bagaimana pembangunan itu dirumuskan?Seharusnya tujuan yang sesungguhnya dari
pembangunan adalah pertumbuhan kualitas SDM atau SDA yang meningkat dengan
baik, kebebasan Individu untuk melangsungkan hidup, dan perlindungan hak milik
pribadi. Sering kali orang-orang mencoba bertanya tentang tujuan pembangunan
namun selalu dianggap tidak penting oleh subyek yang lebih berkuasa. Padahal, mereka
hanya ingin memastikan bagaimana dampak dari pembangunan yang menyangkut
dirinya dan yang ditentukan oleh pihak lain yang lebih berkuasa atas dirinya
atau misalnya pihak tersebut adalah negara. Karena semestinya negara dijadikan
tempat berkumpulnya orang-orang yang menyampikan dan menyatukan pendapat
berbeda namun tetap satu tujuan yaitu kesejahteraan tanpa membedakan suku,
agama, bahasa, warna kulit, terutama kelas sosial.Karena jika bukan negara yang
menjadi pundak untuk rakyat menumpukan sejuta keluh kesah, lalu siapa lagi yang
harus rakyat andalkan untuk mewujudkan mimpinya menuju gerbang kesejahteraan?
Karena sesungguhnya negara demokrasi memiliki semboyan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat.
Dengan demikian
pihak-pihak yang berkewajiban atas kelangsungan dan perlindungan hidup rakyat
harus bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Berbicara tentang
perlindungan, perlindungan tenaga kerja di Indonesia sangat minim terutama pada
kaum perempuan yang dianggap golongan paling lemah. Namun, faktanya buruh
industri di Indonesia mayoritas adalah perempuan.
Rendahnya penghasilan
seorang suami dan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar dari
pada pendapatan menjadi salah satu alasan utama perempuan untuk terjun banting
tulang menjadi seorang buruh. Tetapi kondisi buruh wanita ini masih sangat
memprihatinkan, yaitu permasalahan kondisi upah yang rendah.Sedangkan, harga
kebutuhan pokok terus naik dan bahkan tidak seimbang dengan upah yang didapat.
Bahkan, ketidak seimbangan pengeluaran dan pendapatan di dalam negeri memaksa
kaum perempuan yang tingkat pendidikan dan pengalamannya rendah terpaksa
menggantungkan nasibnya pada negara tetangga sebagai TKW atau tenaga kerja
wanita. Kegagalan dari pembangunan itu yang membuat kaum perempuan tidak
mempunyai peran yang begitu signifikan dalam memperbaiki kehidupan sosial dan
ekonomi mereka. Ditengah tuntutan ekonomi yang semakin menghimpit dan minimnya
lapangan kerja untuk para laki-laki menjadi pendorong jumlah TKI dan TKW
semakin meningkat. Namun, pada kenyataannya TKW sering menuai banyak masalah
karena perlindungan dari negara belum maksimal.Contohnya, TKW yang dianiyaya
oleh majikannya, TKW yang menjadi korban pelecehan seksual, dan masih banyak
kasus yang lainnya.
Dilihat dari
kasus-kasus yang telah terjadi peran etika pembangunan sangat penting untuk
dijadikan landasan dalam merumuskan pembangunan-pembangunan, agar pembangunan
tersebut seimbang antara pertumbuhan, daya dukung alam, dan perlindungan
individu.
KESIMPULAN
Permasalahan yang terjadi
sebenarnya tidak luput dari perilaku kita yakni diri sendiri.Bagaimana kita
mengatur menata hidup yang baik, berpedoman pada aturan yang ada serta sudah
seharusnya kita lebih memahami mempelajari etika – etika yang ada dan tidak
menyepelekanya karena itu adalah gerbang dari semua masalah dalam pembangunan
diri dan negara. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun negara
ini, mensejahterakan hidup serta mendapatkan hidup yang lebih baik dan layak.
Untuk menuju kesejahteraan disuatu wilayah maka harus dilakukan pembangunan
yang sesuai dengan kebutuhan wilayah, agar tidak terjadi hal yang tidak
diinginkan atas dampak negative dari pembangunan tersebut.Agar pembangunan
seimbang antara kebutuhan dan daya dukung lingkungan maka harus sesuai dengan
etika/aturan pembangunan sebagai landasan dalam perumusan suatu pembangunan
tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Haryatmoko, (2003). Etika politik dan kekuasaan.
Jakarta: Kompas
Nitisastro, widjojo (2010). Pengalaman pembangunan
Indonesia. Jakarta: Kompas
Winarno, Budi (2013). Etika pembangunan. Yogyakarta:
CAPS
Keraf, A.Sonny,. (2002). Etika Lingkungan. Jakarta:
Penerbit Buku Kompas
Suseno, Frans Margins, (1984). Perspektif Etis
Pembangunan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar