Kamis, 11 Juni 2015

MAKALAH ETIKA


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-NYA penyusun dapat menyelesaikan makalah yang bertemakan “ETIKA”. Makalah yang disajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber ini  guna memenuhi tugas Pendidikan Kewarganegaraan  yang diberikan oleh dosen.
Tema yang diangkat ini berdasarkan banyaknya perlakuan  etika yang menyimpang terutama dikalangan remaja. Banyak orang yang tidak mengetahui apa yang di maksud dengan etika. Dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi, penyusun ingin menelaah lebih jauh lagi dan menjabarkan sebab-akibat atas apa yang terjadi.
Semoga makalah ini bisa memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pembangun wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan kita.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu melalui kata pengantar ini penyusun lebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman jika ada penulisan yang kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca. Penyusun juga menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.











      Depok, 9 Juni 2015



  Penyusun      








BAB 1
PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas Etika, alangkah baiknya kalau kita mengerti dan paham maksud dari etika tersebut. Untuk mengerti dan paham maksud dari etika, kita harus melihat berbagai tulisan yang membahas etika. Frans Magnis Suseno (1984: 13) mengemukakan bahwa etika sebagai sarana orientasi bagi manusia untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental, yaitu bagaimana seseorang harus hidup dan bertindak. Dan menurutnya, etika merupakan sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Oleh karena itu l, yang mengatakan bagaimana kita harus hidup bukan etika, melainkan ajaran moral. Sementara Solomon dan Karo-Karo (1987: 2), mendefinisikan etika sebagai bagian filsafat yg meliputi hidup baik, menjadi orang yang baik, berbuat baik, dan menginginkan hal-hal yang baik dalam hidup. Jadi menurut kedua penulis ini dapat disimpulkan dalam dua hal, yaitu : Pertama, disiplin ilmu yang mempelajari nilai-nilai dan pembenarannya. Kedua, pokok permasalahan disiplin ilmu itu sendiri, yaitu nilai-nilai hidup kita yang sesungguhnya dan hukum-hukum tingkah laku kita.
Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani, yaitu ethos (jamaknya: ta etha) yang berarti 'adat-istiadat' atau 'kebiasaan' (Keraf, 2002: 2). Dalam arti ini, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun kepada masyarakat. Etika memberi petunjuk, orientasi, dan arah hidup secara baik sebagai manusia (Keraf, 2002: 3). Secara umum, Etika adalah tatacara bagaimana kita hidup menjadi lebih baik dengan mentaati aturan-aturan yang sudah ada agar kita tidak berperilaku menyimpang. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita manusia selaku makhluk sosial tidak bisa dijauhkan dengan yang namanya bersosialisai, bergaul, atau membutuhkan orang lain.
Berbicara tentang etika, mungkin banyak orang yang kurang paham atau kurang mengetahui tentang etika sehingga kebanyakan orang menganggap bahwa etika itu hal yang sepele. Penyepelean inilah yang pada kenyataannya menyebabkan banyak orang melakukan penyimpangan-penyimpangan dan berbuat hal-hal yang diluar akal sehat sebagai manusia. Contohnya saling membunuh, menganiyaya, mengintimidasi, mendiskriminasi, dan melakukan perilaku kriminal lainnya.
Secara sadar atau tidak sadar kita itu sangat dekat dengan etika. Karena etika sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti etika bertamu, etika makan, etika bermasyarakat itu sebagian kecil yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semua aspek dapat kita rangkum atau lebih umum lagi dengan kata “Pembangunan”. Pembangunan tidak lagi diukur sebatas dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi setiap pilihan kebijakan di persoalkan. Sekarang ini banyaknya persoalan yang terjadi dikarenakan kurangnya etika pembangunan, orang-orang belum bisa menyikapinya dengan bijak tentang persoalan yang terjadi karena kurangnya pemahaman dalam permasalahan ini. Pembangunan telah tergeser dengan masalah globalisasi. Padahal sejak awal pembangunan ini memberikan peran penting dan sangat besar kepada Negara.



BAB 2
PEMBAHASAN
Sebelum kita membahas tentang etika pembangunan, ada baiknya kalau kita mencoba menggali dan membahas maksud dari etika itu sendiri. Di zaman yang sudah berteknologi tinggi seperti sekarang masih banyak orang yang tidak mengetahui betapa pentingnya beretika, padahal ketika kita hidup disuatu lingkungan berhadapan dengan orang lain apapun yang kita lakukan harus sesuai dengan etika yang ada, contohnya etika dengan masyarakat dan tetangga. Dengan adanya etika yang diterapkan di hidup, maka kita bisa hidup rukun, aman, tentram dan nyaman antara sesama makhluk sosial dan masyarakat. Dengan demikian, maka akan terciptanya suasana yang asri, rukun sesama makhluk sosial, saling menghormati dan menghargai. Beda halnya apabila kita tidak mempunyai etika, maka dapat dipastikan timbulnya masalah-masalah yang akan terjadi seperti hal sepele yang bisa berakibat fatal bahkan sampai meregang nyawa seseorang. Contoh kasus seperti ini yaitu, banyaknya pembunuhan-pembunuhan terhadap orang-orang terdekat hanya karena hal kecil yang sepele seperti perbedaan pendapat.
Zaman demi zaman berlalu, orang-orang semakin berbuat seenaknya tanpa memikirkan sebab dan akibatnya. Entah apa yang dipikirkan orang zaman sekarang, mereka berperilaku seperti halnya hewan buas, saling membunuh, menganiaya dan saling menjatuhkan. Mereka seperti terlalu menyepelekan tentang etika atau mereka tidak paham dengan etika dan mungkin mereka memang tidak mau tahu apa-apa tentang etika.
Ada juga hal kecil yang menyimpang yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan sadar atau tidak disadari yaitu saat bertamu ke tetannga atau sanak saudara terkadang kita merasa terlalu dekat, sehingga kerab sekali kita berkunjung kerumahnya kita lupa mengucapkan salam dan terkadang hanya memanggil namanya, padahal mengucapkan salam itu adalah salah satu etika bertamu. Sadar tidak sadar itulah yang kita lakukan saat ini. Itu salah satu contoh besar dan kecil saat kita melupakan etika. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bernilai etika sehingga besar dan pada akhirnya akan menjadi hal yang fatal dan menimbulkan masalah yang lebih besar yang tidak dapat kita duga-duga.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang berpendidikan kita harus dapat lebih memahami dan lebih menggali tentang etika, agar tidak salah melangkah dan sebagai orang tua kita harus dapat memberikan contoh yang baik terhadap anak-anak kita guna untuk anak-anak dapat lebih mendalami pendidikan beretika. Dan yang lebih penting adalah membentengi diri dengan agama, serta iman yang kuat agar kita dapat hidup dengan etika dan perilaku yang lebih baik.
Selain itu, dari etika dengan masyarakat dan tetangga kita mendapatkan etika dengan lingkup yang lebih kecil yaitu etika bergaul sesama antar individu. Bergaul dengan sesama antar individu, yang lebih tua ataupun yang lebih muda itu mempunyai etikanya masing-masing, tata cara kita bagaimana bertemu berhadapan dengan yang lebih tua, sesama umur atau yang lebih muda. Ketika kita berhadapan dengan orang yang lebih tua tentu kita harus lebih sopan dan menghormati, ketika berhadapan dengan sesama umur tidak berbeda jauh dengan ketika kita berhadapan dengan yang lebih tua yakni sopan dan tentunya saling menghargai, merangkul dan saling mengingatkan karena terkadang mengingatkan sesama lebih mudah didengar dan diterima. Lain lagi ketika kita berhadapan dengan yang lebih muda selain sopan kita juga harus bersikap yang dapat memberikan contoh yang baik, mendidik dan menuntun kearah yang benar, jangan sampai kita memberikan contoh yang tidak baik terhadap adik-adik kita karena dapat merusak masa depannya.
Dan juga yang membuat resah dan khawatir saat ini adalah banyaknya remaja yang terjerumus ke dalam berbagai penyimpangan, entah itu faktor lingkungan, kurangnya pengawasan orang tua, kurangnya pembelajaran atau pemahaman di sekolah bahkan hanya sekedar coba-coba.
Inilah yang menjadi masalah besar yang harus dihadapi dan ditangani secara serius dan benar oleh pemerintah, orang tua, dan masyarakat yaitu rusaknya generasi muda, banyak berbagai contoh yang sudah terjadi secara nyata dalam kehidupan. Dulu rokok hanya dikonsumsi untuk dewasa, namun sekarang sudah banyak anak sekolah yang mengkonsumsi rokok bahkan sampai anak-anak yang berumur 5 tahun. Mereka (anak sekolah) dengan bangganya merokok dihadapan umum dan khalayak ramai, padahal umur mereka masih sangat dini. Hal ini disebabkan karena mereka bergaul dan melihat contoh dari orang-orang yang lebih dewasa darinya. Dan juga adapula siswa-siswi yang bisa meregang nyawa seseorang, seperti kasus yang menghebohkan dan populer akhir-akhir ini di tv yaitu beberapa anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tergabung dalam sebuah genk yang membacok siswa-siswa Menengah Atas (SMA) hanya karena hal sepele yaitu, tempat nongkrong. Hal sesepele tersebut mampu membuat seseorang gelap mata dan menghentikan jalan pikir logikanya. Karena kebanyakan anak–anak zaman sekarang lebih menunjukan kekuatan dan kekuasaan, agar mereka dapat terlihat hebat, berkuasa dan ditakuti oleh orang-orang disekitarnya.
Tauran yang terjadi antar pelajar saja salah satu faktornya adalah kurangnya pemahaman tentang etika, mereka tidak bisa menghargai sesama. Yang lebih miris lagi adalah saat remaja sekarang yang terjerumus dalam narkoba, lebih dari 50% remaja zaman sekarang sudah mengenal benda haram tersebut bahkan sudah mencobanya, yang lebih parahnya adalah mereka sudah kecanduan. Mereka tidak memikirkan bagaimana dampaknya. Masa remaja mereka hilang begitu saja begitupun dengan masa depan mereka. Contoh lainnya lagi iyalah, siswa-siswi yang berbuat asusila. Betapa mengkhawatirkannya gambaran remaja di Negara kita ini, saat masa remaja mereka hancur dan menghancurkan juga masa depan mereka. Sudah saatnya pemerintah, sekolah , terutama keluarga untuk sama-sama menangani dengan serius. Pemerintah harus lebih tegas dan lebih teliti tentang penyebaran barang-barang terlarang. Sekolah juga harus lebih memberi pemahaman, pembelajaran tentang etika hidup tata cara hidup menegaskan pada remaja zaman sekarang apa yang boleh dilakukan dan yang tidak, keluarga pun sangat berperan penting, orang tua harus lebih mengawasi anak-anak mereka dan membentengi mereka dengan agama. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan menyelamatkan para remaja di negeri ini.
Kita tahu bahwa hidup itu harus berpedoman pada agama, agar kita bisa membentengi diri dan tidak terjerumus dalam  kesalahan yang fatal. Oleh sebab itu adapula etika dalam beragama .walaupun di Indonesia terdapat berbagai macam agama. Namun apapun agama yang kita anut semua agama intinya menuntun kita dalam kebaikan. Salah satu nya islam, islam sangat menuntut kita untuk berbuat baik menghindari dosa. Maka dari itu Allah SWT memberikan pedoman hidup melaui Al-qur’an.Al-Qur'an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok binatang selama manusia mempergunakan akalnya dan karunia Tuhan lainnya. Namun, kalau manusia tidak mempergunakan akal dan berbagai potensi pemberian Tuhan yang sangat tinggi nilainya yakni pemikiran, kalbu, jiwa, raga, serta panca indera secara baik dan benar, ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan. Manusia di ciptakan tuhan sesempurna mungkin, . Allah Befirman :



"Sungguh Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna" (At Tiin :4)

Namun masih banyak sekali orang-orang yang mengingkari dengan perintah Allah bahkan mereka lebih tertarik dan terbuai untuk mendekati,menjalankan larangan-larangannya.Sehingga mereka bertolak belakang dari fitrahnya sebagai manusia hamba Allah yang ditugasi untuk beribadah.  Inilah yang menjadi pengaruh utama manusia berbuat hal-hal yang diluar akal sehat. Agama sangat penting bukan untuk kehidupan, bahkan saat ini sangat banyak manusia yang jauh dari Tuhan-Nya.
Pembahasan diatas adalah sebagian kecil persoalan-persoalan yang sering kita jumpai, yang harus di benahi dimulai dari diri sendiri.Tetapi tidak cukup sampai disitu persoalan yang lebih besar lagi yakni dalam persoalan global.Globalisasi yang terjadi dan marak di perbincangkan oleh dunia ini ternyata telah menggeser tema-tema pembangunan yang pada masanya pembangunan mempunyai peran penting kepada Negara.Dan nyatanya pergeseran ini menyisakan banyak persoalan, yang bahkan lebih mengkhawatirkan dari era pembangunan.
Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa etika adalah tata cara bagaimana kita hidup menjadi lebih baik dengan mentaati aturan-aturan yang sudah ada agar kita tidak berperilaku menyimpang, maka etika pembangunan adalah pilihan tindakan dalam konteks pembangunan. Dengan kata lain, etika pembangunan adalah suatu tindakan atau pendapat berbagai pemikiran kritis atas pilihan-pilihan kebijakan yang seharusnya diambil dalam melakukan pembangunan dan perencanaannya. Perencanaan pembangunan tentu saja berkait erat dengan tujuan-tujuan pembangunan itu pula. Dimana tujuan-tujuan ini ada yang berdampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu, pembangunan yang tidak merusak alam dan dapat menguntungkan pemilik dan orang banyak. Adapun dampak negatifnya yaitu, pembangunan yang merusak alam dan hanya menguntungkan pemilik pembangunan saja.
Salah satu masalah yang terpenting adalah kemiskinan. Di beberapa belahan dunia ini, memang terjadi pengurangan angka kemiskinan, tetapi di belahan dunia lain seperti kawasan Sub-Sahara afrika tingkat pengurangan kemiskinan mengalami kemajuan yang kurang baik, bahkan nyaris gagal. Dikarenakan wilayah-wilayah tersebut kurang menarik para investor asing.
Bahkan, di negara-negara dengan pertumbuhan yang lumayan baik, seperti Indonesia misalnya, kemiskinan masih menjadi persoalan yang belum bisa terpecahkan. Walaupun kemajuan ekonomi yang bisa dilihat dari peningkatan konsumsi barang-barang kebutuhan, pembangunan rumah, dan maraknya tempat-tempat belanja mewah, kemiskinan masih saja dapat di temui di sudut-sudut kota Indonesia. Jakarta saja yang disebut Ibu Kota negara Indonesia angka kemiskinannya masih sangat tinggi diantara orang-orang yang berkecukupan. Setiap sudut kota Jakarta dapat kita lihat berbagai macam potret kehidupan yang mengkhawatirkan. Banyaknya penduduk yang masih tinggal di tempat yang tidak layak. Seperti, kolong jembatan, pinggiran sungai, pinggiran rel-rel kereta yang suatu waktu dapat membahayakan mereka. Juga anak-anak yang putus sekolah akibat minimnya penghasilan orang tua mereka. Mereka mengorbankan masa kanak-kanaknya di jalanan untuk mencari sesuap nasi. Awalnya mereka hijrah ke Ibu Kota untuk mencari kehidupan yang lebih layak daripada di kampung halaman, namun dalam kenyataannya itu tidak menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup. Kompas( 30/3/2012) melaporkan bahwa 40% penduduk Indonesia termasuk dalam kelompok rentan di garis kemiskinan, 30 % penduduk Indonesia termasuk dalam kemlompok hamper miskin . masih menurut laporan tersebut, meskipun ekonomi tumbuh pada tahun 2012, masih terdapat 12,5%  penduduk yang dibawah garis kemiskinan.
Dalam laporan diskusi kompas tanggal 10 Juli 2010 dijelas bahwa pentingnya Indonesia melakukan pembangunan, agar menjadi negara yang lebih baik dalam segala bidang khususnya bidang ekonomi dan sosial. Dalam hal ini pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.Sedangkan kasus yang terjadi di Indonesia marak sekali persaingan partai politik yang hanya mengutamakan golongannya itu sendiri dibandingkan kesejahteraan bersama. Maka disini dibutuhkan etika pembangunan agar pembangunan negara dapat dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek-aspek penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan, agar tidak terjadi semakin melebarnya kesenjangan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
Tidak hanya kemiskinan, pembangunan yang berorientasi pertumbuhan ternyata juga meninggalkan masalah yang mengancam kehidupan bersama. Sektor industri dan transportasi menjadi hal terbesar yang menyebabkan meningkatnya CO2 di udara.Terlalu banyak CO2 diudara dan minimnya sumber O2 yaitu tumbuhan dapat mengancam kesehatan manusia dan hewan terutama sistem pernapasan.Selain itu masalah terbesar dari meningkatnya CO2 adalah menipisnya lapisan ozon yang mengakibatkan pemanasan pada bumi atau sering disebut Global Warming.Global warming merupakanpersoalan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Pembakaran dan penebangan hutan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri Negara-negara maju. Akibatnya alam mengalami perubahan iklim yang sangat ekstrem sehingga bencana alam rentan sekali terjadi, misalnya banjir yang terjadi di tempat yang minim lahan resapan air. Maka disini masalah pembangunan yang harus kita hadapi bukan hanya persoalan kemiskinan dan kesehatan tetapi juga tentang keseimbangan bumi.
Membangunan dari sisi teori dan praktik agar seimbang, tugas dari etika pembangunan yakni etika pembangun harus memiliki sikap yang sadar dan kritis terhadap tujuan-tujuan pembangunan, etika pembangunan harus bekerja sama dengan ilmu-ilmu lain, etika pembangun menyadarkan manusia akan tanggung jawab dan kewajiban baru, itulah beberapa tugas dari etika pembangunan, yang intinya adalah menyadarkan manusia akan kewajiban, tanggung jawab dan potensi-potensi yang ada menjadi kekuatan yang dibangunnya sendiri untuk mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan.  Dalam pembangunan tentu saja ada yang diuntungkan danada yang dirugikan contoh hal kecil saja diadakannya pembangunan adalah untuk memenuhi tujuan yang diharapkan namun yang terjadi pembangunan ternyata gagal dalam meraih tujuan, sehingga golongan yang diatas tetap diatas sedangkan yang di bawah tetap saja di bawah. Sudah terlihat bahwaitu fakta yang terjadi saat ini, hal ini dapat terjadi karena kurangnya proses perencanaan pembangunan tidak didiskusikan secara matang. Karena pada realitasnya pembangunan selalu dijadikan hal yang direbutkan untuk melancarkan berbagai kepentingan golongan-golongan yang lebih berkuasa, mereka sering melakukan kebijakan pembangunan yang bertujuan untuk melayani kepentingan mereka sendiri tanpa mengindahkan kepentingan kelas sosial yang lebih rendah dan kurang beruntung dalam kekuasaan. Alhasil, pembangunan gagal menciptakan kesejahteraan secara adil dan menyeluruh.
Disini subjek yang dirugikan adalah masyarakat miskin.Mengapa demikian? Salah satu contoh kasus salah satu pabrik industri kimia di daerah kota Cilegon provinsi Banten yang kurang baik dalam mengolah limbahnya. Limbah cair panas hasil produksi dibuang begitu saja ke saluran air yang mengarah kepemukiman penduduk. Meskipun limbah tersebut sudah diolah dahulu sebelumnya, bau yang menyengat dari limbah cair tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan terutama organ pernapasan masyarakat sekitarnya karena lmbah tersebut mengandung zat kimia berbahaya seberti karbonmonoksida.Karena dapat dibuktikan disaluran air tersebut tidak ada ikan atau makhluk hidup air lainnya yang hidup di saluran air tersebut.
Kasus pabrik industri kimia tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kasus yang mengutamakan golongan yang lebih berkuasa.Masyarakat kelas bawah mungkin hanya bisa menggerutu tanpa bisa melakukan tindakan apapun.Sangat mungkin, masyarakat didaerah tersebut jauh lebih menikmati kebahagiaannya di tempat mereka berada dibandingkan harus berpindah tempat ke wilayah yang baru.
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa masalah-maslah pembangun terletak pada bagaimana pembangunan itu dirumuskan?Seharusnya tujuan yang sesungguhnya dari pembangunan adalah pertumbuhan kualitas SDM atau SDA yang meningkat dengan baik, kebebasan Individu untuk melangsungkan hidup, dan perlindungan hak milik pribadi. Sering kali orang-orang mencoba bertanya tentang tujuan pembangunan namun selalu dianggap tidak penting oleh subyek yang lebih berkuasa. Padahal, mereka hanya ingin memastikan bagaimana dampak dari pembangunan yang menyangkut dirinya dan yang ditentukan oleh pihak lain yang lebih berkuasa atas dirinya atau misalnya pihak tersebut adalah negara. Karena semestinya negara dijadikan tempat berkumpulnya orang-orang yang menyampikan dan menyatukan pendapat berbeda namun tetap satu tujuan yaitu kesejahteraan tanpa membedakan suku, agama, bahasa, warna kulit, terutama kelas sosial.Karena jika bukan negara yang menjadi pundak untuk rakyat menumpukan sejuta keluh kesah, lalu siapa lagi yang harus rakyat andalkan untuk mewujudkan mimpinya menuju gerbang kesejahteraan? Karena sesungguhnya negara demokrasi memiliki semboyan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Dengan demikian pihak-pihak yang berkewajiban atas kelangsungan dan perlindungan hidup rakyat harus bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Berbicara tentang perlindungan, perlindungan tenaga kerja di Indonesia sangat minim terutama pada kaum perempuan yang dianggap golongan paling lemah. Namun, faktanya buruh industri di Indonesia mayoritas adalah perempuan.
Rendahnya penghasilan seorang suami dan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar dari pada pendapatan menjadi salah satu alasan utama perempuan untuk terjun banting tulang menjadi seorang buruh. Tetapi kondisi buruh wanita ini masih sangat memprihatinkan, yaitu permasalahan kondisi upah yang rendah.Sedangkan, harga kebutuhan pokok terus naik dan bahkan tidak seimbang dengan upah yang didapat. Bahkan, ketidak seimbangan pengeluaran dan pendapatan di dalam negeri memaksa kaum perempuan yang tingkat pendidikan dan pengalamannya rendah terpaksa  menggantungkan nasibnya pada negara tetangga sebagai TKW atau tenaga kerja wanita. Kegagalan dari pembangunan itu yang membuat kaum perempuan tidak mempunyai peran yang begitu signifikan dalam memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Ditengah tuntutan ekonomi yang semakin menghimpit dan minimnya lapangan kerja untuk para laki-laki menjadi pendorong jumlah TKI dan TKW semakin meningkat. Namun, pada kenyataannya TKW sering menuai banyak masalah karena perlindungan dari negara belum maksimal.Contohnya, TKW yang dianiyaya oleh majikannya, TKW yang menjadi korban pelecehan seksual, dan masih banyak kasus yang lainnya.
Dilihat dari kasus-kasus yang telah terjadi peran etika pembangunan sangat penting untuk dijadikan landasan dalam merumuskan pembangunan-pembangunan, agar pembangunan tersebut seimbang antara pertumbuhan, daya dukung alam, dan perlindungan individu.

KESIMPULAN

Permasalahan yang terjadi sebenarnya tidak luput dari perilaku kita yakni diri sendiri.Bagaimana kita mengatur menata hidup yang baik, berpedoman pada aturan yang ada serta sudah seharusnya kita lebih memahami mempelajari etika – etika yang ada dan tidak menyepelekanya karena itu adalah gerbang dari semua masalah dalam pembangunan diri dan negara. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun negara ini, mensejahterakan hidup serta mendapatkan hidup yang lebih baik dan layak.
            Untuk menuju kesejahteraan disuatu wilayah maka harus dilakukan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan atas dampak negative dari pembangunan tersebut.Agar pembangunan seimbang antara kebutuhan dan daya dukung lingkungan maka harus sesuai dengan etika/aturan pembangunan sebagai landasan dalam perumusan suatu pembangunan tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Haryatmoko, (2003). Etika politik dan kekuasaan. Jakarta: Kompas
Nitisastro, widjojo (2010). Pengalaman pembangunan Indonesia. Jakarta: Kompas
Winarno, Budi (2013). Etika pembangunan. Yogyakarta: CAPS
Keraf, A.Sonny,. (2002). Etika Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas
Suseno, Frans Margins, (1984). Perspektif Etis Pembangunan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar